Melahirkan seorang bayi merupakan anugerah bagi para orang tua khususnya seorang ibu, terlepas apakah melahirkan secara caesar ataupun normal. Ke dua cara melahirkan tersebut merupakan perjuangan dan pengorbanan seorang ibu bagi keluarganya. Menurut beberapa wanita, melahirkan dengan cara normal ataupun caesar sama-sama sakit, jika melahirkan secara normal, rasa sakit yang dirasakan ketika menjelang persalinan sedangkan melahirkan secara caesar rasa sakit dirasakan adalah pasca persalinan. Namun terkadang, melahirkan secara normal memiliki sensasi yang tidak dirasakan ketika melahirkan secara caesar. Berikut ini beberapa tahapan yang akan dirasakan ketika kita menjalankan proses persalinan secara normal:

Tahap Pembukaan

Hasil gambar untuk kontraksi

Selama kehamilan, serviks dalam kondisi tertutup dan dipenuhi oleh lendir untuk melindunginya dari infeksi. Pada tahap pertama persalinan, kontraksi membuat serviks terbuka secara bertahap. Serviks mulai melentur sehingga dapat terbuka dan melebar sampai 10 cm. Tahap ini sering disebut dengan pembukaan. Tahap ini merupakan tahap awal persalinan, biasanya yang dirasakan oleh ibu hamil adalah rasa sakit pada sekitar pinggang. Pembukaan terdiri dari pembukaan 1 (satu) sampai dengan 10. Setiap pembukaan biasanya berlangsung selama satu jam. Pembukaan 1-4 merupakan pembukaan awal dan menentukan apakah persalinan dapat dilakukan dengan normal atau caesar. Jika pembukaan 1-4 berjalan dengan lancar maka kemungkinan besar persalinan dapat dilakukan dengan lancar. Namun jika pembukaan 1-4 tidak terjadi maka persalinan kemungkinan akan dilakukan secara caesar karena ibu tidak bisa kontraksi. Untuk mempercepat pembukaan, cobalah untuk bergerak aktif yang akan membantu bayi turun ke bawah rahim dan juga membantu serviks untuk melebar.

Tahap Persalinan

Gambar terkait

Tahapan ini merupakan tahap inti dari proses persalinan, pada tahap ini sang ibu akan mendorong bayi sampai ke vagina dan akhirnya bayi anda akan lahir. Tahap ini terjadi ketika pembukaan sudah masuk 10 dan ibu akan merasakan ada tekanan dari kepala bayi untuk mendorong tubuhnya. Ini membuat anda kontraksi dan ingin mengejan, kemudian bayi akan mendorong tubuhnya hingga ke vagina. Perjalanan bayi untuk keluar tidak berjalan mulus, untuk itu jangan patah semangat teruskan perjuangan untuk mendorong bayi dan lakukan tarik napas. Jika ini adalah pertama kali anda melahirkan maka proses ini dapat berlangsung selama 3 jam namun jika anda telah melahirkan sebelumnya, tahap ini akan berlangsung kurang dari 2 jam. Pada tahap ini, dokter akan menggunting otot perineum untuk memperlebar vagina sehingga memudahkan jalan keluarnya bayi saat lahir.

Tahap Terakhir

Gambar terkait

Tahap ini terjadi setelah bayi lahir, dimana plasenta akan keluar melalui vagina. Tahap ini dapat terjadi melalui dua cara, yaitu cara aktif dan cara fisiologis. Cara aktif dilakukan dengan bantuan medis untuk mempercepat proses ini terjadi. Pada cara ini, ibu akan disuntik untuk membuat plasenta keluar. Cara ini dilakukan untuk mengurangi kehilangan darah tetapi menyebabkan efek samping karena memakai obat. Pada cara ini, ibu tidak perlu mengejan karena obat akan merangsang kontraksi dan dokter akan menarik plasenta keluar secara perlahan. Pada cara alami, ibu akan berkontraksi lagi tetapi kontraksi terjadi lebih lemah karena rahim anda turun. Plasenta secara bertahap akan memisahkan diri dari dinding uterus dan ibu akan terdorong untuk mengejan lagi kemudian plasenta akan keluar melalui vagina. Pada tahap ini juga akan dilakukan penjahitan terhadap vagina ibu apabila terjadi pengguntingan terhadap otot perineum.

12 Jenis Penyakit yang Disebabkan oleh Pikiran Negatif

5 Destinasi Wisata Pantai di Jawa Barat yang Cocok untuk Libur Lebaran

Author

Write A Comment