Category

Inspirasi Terkini

Category

Membantu sesama dan melihat mereka tersenyum merupakan kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang. Dengan membantu sesama maka keseimbangan hidup kita akan terjaga, hati kita akan selalu diselimuti kedamaian dan suka cita. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk berbagi dengan sesama, salah satunya adalah dengan menjadi seorang donatur. Banyak orang-orang kaya yang ketika perusahaannya sukses kemudian menjadi seorang donatur seperti Bill Gates yang menyumbang sebesar US$ 4,8 Miliar, Mark Zuckerberg menyumbang senilai US$ 2 Miliar dan Michael Dell menyumbang senilai US$ 1 M. Mungkin orang dewasa dan bergelimang harta menjadi seorang donatur adalah hal yang lumrah tetapi ketika yang menjadi donatur adalah seorang bocah berusia 5 tahun yang mengidap penyakit kanker otak ganas merupakan hal yang sangat menginspirasi. Adalah Tijn Kolsteren, bocah asal Belanda yang menjadi donatur bagi para pengidap kanker otak ganas. Berikut ini dua fakta menarik tentang Tijn Kolsteren

Hanya mampu bertahan hidup hingga 1-2 tahun

Hasil gambar untuk Tijn Kolsteren

Awalnya Tijn merasa tidak enak badan dan mual serta suhu badannya naik mencapai 41 derajat. Kemudian orang tuanya memeriksakan Tijn pada seorang dokter dan dokter memvonis Tijn mengidap penyakit kanker otak ganas. Dokter mengatakan bahwa kemo bisa dilakukan untuk memperpanjang usia Tijn 1-2 tahun.  Walaupun telah divonis mengidap kanker otak ganas namun Tijn tetap saja ceria. Pada saat kemo yang pertama di RS, Tijn bertanya kepada dokter, apakah banyak yang menderita seperti dia? Dokter menjawab bahwa di dunia ini banyak yang menderita seperti Tijn namun tidak semua anak bisa ke dokter. Tijn pun bertanya-tanya dalam hati, kemudian dokter melanjutkan bahwa tidak setiap anak mempunyai orang tua kaya dimana mereka bisa mengobati anak-anaknya di rumah sakit-rumah sakit mahal dengan berbagai kecanggihan teknologi. Di negara-negara miskin banyak dari mereka yang menderita menunggu kematiannya.

Menjadi donatur dengan cara memberikan jasa pengecatan kuku

Hasil gambar untuk Tijn Kolsteren

Sesampainya di rumah, Tijn mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia ingin bekerja agar dapat mengumpulkan pundi-pundi uang untuk membantu anak-anak yang sakit kanker otak seperti dia. Kedua orang tua nya merasa terharu dengan keinginan anaknya namun sang ayah hanya menganggap bahwa itu hanyalah impian Tijn yang tidak mungkin diwujudkan. Keesokan harinya, Tijn meminta izin kepada ibunya untuk membawa kuteks ke sekolah. Di kelas, Tijn berusaha mencari dana dengan cara mengecat ke 10 jari teman-temannya dengan upah 1 Euro atau senilai Rp 15.000,00. Kemudian hasilnya ia masukan ke kotak roti yang besar. Semua dananya akan disumbangkan untuk anak-anak yang tidak mampu yang menderita kanker otak.

Berhasil mengumpulkan 2,8 Juta Euro atau 42 Milyar rupiah

Hasil gambar untuk Tijn Kolsteren berhasil mengumpulkan uang

Tak disangka ternyata teman-temannya menyukai aksinya, keesokan harinya murid-murid kelas lain pun minta dicat kuku-kuku jari tangan mereka. Aksi yang dilakukan Tijn menjadi sangat populer, banyak orang berdatangan dan ingin dicat kukunya oleh Tijn. Karena semakin banyaknya orang yang ingin mengecat kuku kepada Tijn, akhirnya orang tua nya membuatkan rumah kaca di depan rumahnya. I rumah kca ini, sepulang sekolah Tijn memberikan jasa pengecatan kuku kepada orang-orang yang telah datang ke rumahnya. TV terkenal Belanda kemudian berhasil mendokumentasikan aksi amal ini sehingga banyak orang yang terharu dan berdatangan  untuk dicat kuku nya oleh Tijn. Bahkan para selebritis pun berdatangan untuk menyumbang uang donasi kepadanya. Para donatur pun sadar bahwa mereka bukan ingin dicatkan kukunya oleh Tijn tetapi ingin berdonasi sehingga mereka hanya mengecatkan satu kuku jari mereka. Dari aksinya tersebut Tijn mampu mengumpulkan 2,8 juta euro atau 42 Milyar rupiah dalam waktu satu tahun. Semua uang hasil donasi disumbangkan kepada anak-anak penderita kanker otak di seluruh dunia melalui  Palang Merah Belanda. Pada tanggal 8 Juli 2017 di pagi hari, Tijn meninggal dunia di rumahnya. Tijn hanya mencapai usia 6 tahun tetapi namanya dikenang orang sepanjang masa. Dengan usianya yang singkat Tijn mampu membuat hidupnya bermakna.

4 Hikmah yang Dapat Diambil dari Aktivitas Kehidupan Lebah

4 Cara Belajar Kekinian Yang Efektif Dan Menyenangkan