Mengambil Hikmah dari 5 Pemimpin Wanita Surga

Hasil gambar untuk wanita pemimpin surga

sumber gambar

Wanita diciptakan oleh Allah SWT dari tulang rusuk seorang laki-laki yang kelak akan menjadi jodohnya. Namun demikian, bukan berarti, laki-laki bisa melakukan eksploitasi dan merendahkan derajat wanita, seperti zaman dahulu yang dilakukan oleh bangsa Arab. Mengubur anak perempuan hidup-hidup,  merupakan salah satu tradisi bangsa Arab karena melahirkan anak perempuan dianggap sebuah aib. Kemudian, Islam datang dan menghancurkan tradisi keji tersebut. Islam mengangakat derajat seorang wanita yang diabadikan dalam surat An-Nisa. Selain itu Islam juga mengangkat wanita-wanita tangguh yang kelak akan menjadi pemimpin wanita di surga. Berikut ini ke 5 wanita yang akan menjadi pemimpin di surga kelak dan layak menjadi panutan bagi wanita masa kini:

  1. Siti Maryam

Kehidupan Siti Maryam sebelum melahirkan Nabi Isa AS, patut menjadi contoh bagi para wanita yang masih lajang. Siti Maryam dikenal sebagai muslimah yang mampu menjaga kesucian dan kehormatannya. Aktivitas kesehariannya yaitu beribadah kepada Allah SWT, ia lakukan dalam sebuah ruangan, dimana laki-laki dilarang masuk ke ruangan tersebut. Siti Maryam bahkan tidak pernah keluar ruangan hanya untuk sekedar makan, ternyata Siti Maryam mendapatkan anugerah buah-buahan surga yang setiap harinya sudah tersedia secara tiba-tiba di dalam ruangan tersebut. Karena kesuciannya tersebut, maka Allah menitipkan seorang bayi yang kelak akan menjadi Rasul dan menerangi kehidupan manusia dengan cahaya ilahi.

Kisah Siti Maryam di atas memberikan gambaran bahwa seorang muslimah yang mampu menjaga kesucian dan kehormatannya maka Allah SWT akan memberikan anugerah kepadanya, tentu bukan dititipkan bayi seperti Siti Maryam karena peristiwa memiliki bayi tanpa ayah biologis hanya akan terjadi sekali di dunia ini. Anugerah tersebut dapat berupa kecerdasan, kelancaran berkarier dan suami yang sholeh tentunya.

  1. Siti Aisyah

Siti Aisyah merupakan istri Nabi Muhammad SAW yang paling banyak meriwayatkan hadist. Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menikahi Siti Aisyah bukan semata-mata sebagai pendamping Nabi Muhammad setelah Siti Khadijah wafat saja tetapi juga sebagai periwayat hadist karena Siti Aisyah merupakan seseorang yang memiliki kecerdasan. Oleh sebab itu, Siti Aisyah merupakan istri yang paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW, beliau juga merupakan salah satu istri kesayangan nabi Muhammad SAW. Nabi sendiri memiliki sebutan atau panggilan sayang untuk Siti Aisyah yaitu “khumairoh” atau yang kemerah-merahan. Dari Siti Aisyah kita bisa belajar bagaimana menjadi seorang istri yang mampu menyenangkan hati suami dan menjadi teman diskusi bagi suami karena kecerdasan yang kita miliki

  1. Siti Fatimah

Jika dari Siti Aisyah kita belajar menjadi istri yang mampu menyenangkan hati suami maka dari Siti Fatimah kita akan belajar menjadi wanita yang kuat. Sebagai seorang anak Rasullulah dan Istri seorang sahabat nabi, seharusnya Siti Fatimah tidak perlu repot-repot mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendirian, ada hamba sahaya yang dapat melakukan itu semua. Namun Siti Fatimah menolak semua gaya hidup wanita terhormat yang sering dilakukan wanita-wanita arab. beliau memilih mengerjakan sendiri semua tugas rumah tangganya. Beliau juga mendidik dan membesarkan Hasan dan Husein, dua pemuda yang kelak akan memimpin para pemuda di surga.

  1. Siti Aisiah

Siti Aisiah merupakan sosok wanita yang setia dan mengabdi terhadap pasangannya. Siti Aisiah sendiri merupakan istri Fir’aun, raja Mesir yang menganggap dirinya Tuhan. Walaupun suaminya adalah seorang pendurhaka namun Siti Aisiah tetap dalam keteguhan imannya dan menyembah Allah yang Esa. Siti Aisiah merupakan figur seorang istri yang tetap mengabdi pada suami walaupun suaminya merupakan orang yang jahat. Beliau tidak meminta untuk diceraikan atau meninggalkan suaminya, Siti Aisiah tetap berada di samping suaminya sampai ajal menjemputnya. Bagi seorang istri yang sudah tidak tahan dengan kelakuan jahat suami maka bersabarlah dan mintalah kepada Allah SWT untuk menunjukan jalan yang lurus bagi suami. Memang tidak mudah tetapi kalau kita dapat melalui semuanya pasti akan ada karunia yang Allah SWT berikan kepada Istri-istri yang bersabar atas suami yang jahat.

  1. Siti Khadijah

Siti Khadijah merupakan istri yang dinikahi Nabi Muhammad dengan status janda. Walaupun seorang janda, Siti Khadijah merupakan wanita yang dihormati oleh seluruh bangsa Arab. Bukan hanya karena kesuciannya sebagai wanita tetapi juga karena kekayaannya yang melimpah. Siti Khadijah merupakan seorang saudagar kaya dan pebisnis sukses, beliau tertarik dengan akhlak dan kejujuran  nabi Muhammad SAW ketika menjual barang dagangan. Beliau merupakan contoh bagi wanita yang sedang menjanda agar dapat menjadi wanita “terhormat” dengan menjaga pandangan dan berbisnis seperti Siti Khadijah, tidak lemah ketika ditinggalkan pergi oleh suami. Hikmahnya adalah ketika seorang janda mampu menjaga kehormatan dan kesuciannya maka Allah SWT akan anugerahkan pengganti suami yang lebih baik dan harta yang melimpah bagi seorang wanita yang mahir berbisnis.

 

Baca juga :5 Hal yang dipelajari Apple dari Jepang

 

 

 

 

 

 

Author

Write A Comment