Rasulullah merupakan suri tauladan bukan hanya dalam aktivitas beribadah saja tetapi juga dalam berbagai aktivitas bidang kehidupan termasuk aktivitas bisnis. Hal ini sangat mungkin, mengingat Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi Rasul merupakan pelaku bisnis. Beliau memulai bisnisnya dengan ikut berdagang bersama pamannya, Abu Thalib. Setelah Abu Thalib berusia lanjut, Nabi Muhammad SAW kemudian meneruskan usaha dagang pamannya. Karena kepintaran dan ahlaknya yang terpuji dalam berdagang, Nabi Muhammad menjadi salah seorang pedagang yang diperhitungkan dalam kancah perdagangan bangsa arab. Hal ini membuat seorang janda kaya raya, Siti Khadijah tertarik untuk mengajak Nabi Muhammad SAW berbisnis dimana Siti Khadijah mempercayakan barang dagangannya untuk dijual oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam perjalanan menjual barang dagangan Siti Khadijah, Nabi Muhammad SAW ditemani oleh asisten Siti Khadiah. Sang Asisten selalu melaporkan bagaimana cara Nabi Muhammad SAW berjualan, maka tertariklah Siti Khadijah dengan Nabi Muhammad SAW, ketertarikan seorang perempuan terhadap seorang laki-laki. Akhirnya Siti Khadijah melamar Nabi Muhammad SAW melalui pamannya Abu Thaib dan lamaran tersebut diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Setelah menikah, Siti Khadijah mempercayakan seluruh bisnis yang ia miliki pada Nabi Muhammad SAW.

Mendekati masa kerasullan, Nabi Muhammad SAW mulai meninggalkan aktivitas bisnis dan mulai sering menyendiri di gua hira. Hal ini, beliau lakukan karena Nabi Muhammad SAW telah berada pada titik “Kebebasan Finansial”. Dengan hal ini, setidaknya Nabi Muhammad SAW memberikan contoh bahwa ketika kita masih muda maka bekerja keraslah untuk kehidupan yang lebih layak menjelang masa tua sehingga bisa lebih rajin dan khusu dalam urusan ibadah dan kebermanfaatan bagi sesama.

Kebebasan finansial yang didapat Nabi Muhammad SAW tidak lain karena kemahirannya dan ahlak terpuji yang beliau implementasikan dalam aktivitas bisnisnya. Berikut ini ke empat sifat Nabi Muhammad yang dapat diterapkan dalam aktivitas berbisnis:

Sidiq

Hasil gambar untuk sifat sidiq rasulullah

Sidiq merupakan salah satu sifat Rasulullah yang berarti benar, jadi apa yang disampaikan dan dilakukan oleh Rasulullah mengandung nilai-nilai kebenaran karena semuanya berasal dari wahyu yang disampaikan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril. Sebagai pelaku bisnis, kita bisa mengaplikasikan sifat Sidiq tersebut dengan tidak berbohong kepada pembeli, misalnya ketika ada pembeli yang menawar kemudian kita mengatakan “jujur saya mah, harga segitu mah belum dapet dari sananya” atau “beneran saya mah gak ambil untung besar-besar” padahal misalnya harga yang ditawar sudah melebihi modal dan keuntungan yang didapat berkali lipat. Hal ini akan membuat pembeli kecewa ketika di tempat lain barang yang dijual jauh lebih murah, dan akhirnya dia menjadi pembeli pertama dan terakhir buat kita.

Amanah

Hasil gambar untuk sifat amanah rasulullah

Amanah atau yang berarti dapat dipercaya memang menjadi ciri khas dan melekat dengan Rasullulah, untuk itu beliau juga mendapatkan gelar Al-Amin. Untuk memulai bisnis terkadang kita dibenturkan dengan modal, ketika tidak memiliki modal maka usaha bisnis kita tidak pernah dimulai. Padahal Nabi Muhammad SAW mencontohkan untuk memulai bisnis cukup dengan kejujuran karena dengan modal tersebut orang yang berbisnis dengan kita akan merasa nyaman. Untuk memulai bisnis, saat ini bisa dilakukan dengan akad mudharabah atau bagi hasil antara pemilik modal dengan pengelola. Jika kita jujur dengan sang pemilik modal maka mereka akan terus mempercayakan pengelolaan modal mereka kepada kita, begitu juga jika kita jujur dengan pembeli maka pembeli tersebut selanjutnya akan menjadi pelanggan setia. Jujur dengan pemilik modal, berarti kita menyampaikan berapa omzet yang didapat dengan sedetail mungkin sedangkan jujur dengan pelanggan adalah melakukan timbangan dengan benar, tidak menjul barang cacat dan menjual barang dengan mengambil keuntungan yang tidak terlalu besar.

Tabligh

Hasil gambar untuk sifat tabligh rasulullah

Tabligh merupakan salah satu sifat Rasulullah yang berarti menyampaikan. Sifat Rasullulah ini dapat diimplementasikan dalam aktivitas bisnis misalnya menjual barang yang cacat dengan harga yang lebih murah dan memberitahukan pembeli bagian mana dari barang tersebut yang cacat. Saat ini sedang tren pasar murah dimana barang dagangan yang dijual juga relatif murah dan dibawah harga pasar, misalnya harga baju hanya RP 35.000, padahal baju tersebut merupakan baju sisa ekspor yang ada sedikit kecacatan misalnya ada sobek sedikit, jahitan tidak begitu rapi, ada noda sedikit dan model kecacatan lainnya. Penjual yang amanah pasti akan menyampaikan bentuk kecacatan tersebut. Hal ini akan menyebabkan pembeli merasa tidak dibohongi dan selanjutnya bisa menjadi pelanggan

Fathonah

Hasil gambar untuk cerdas

Sifat ini merupakan sifat Rasulullah yang berarti cerdas, walaupun Rasulullah seorang yang umi atau tidak bisa membaca tetapi beliau mampu menyampaikan wahyu yang diberikan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril. Hal ini tidak lain karena karunia yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad. Hal ini dapat diterapkan dalam aktivitas bisnis melalui penerapan manajemen yang baik dalam aktivitas berbisnis. Mencatat semua barang dagangan yang dimiliki kemudian mencatat barang apa yang telah berhasil di jual sehingga tercatat berapa sisanya. Kemudian kita dapat menghitung berapa modal, berapa omzet dan berapa keuntungan yang kita dapatkan. Selain itu dalam penataan barang dagangan kita dapat melakukan segmentasi atau mengelompokan barang berdasarkan jenisnya sehingga pembeli tidak kebingungan ketika mencari barang yang dibutuhkan

3 alasan kenapa wanita perlu kerja jika sudah menikah

4 Cara praktis membuat sosis tahu homemade yang lezat

Author

Write A Comment